Merawat Tradisi Minum Kopi Arab di Masjid Layur Semarang, Sudah Seabad Disajikan saat Buka Puasa

SEMARANG, Lingkarjateng.idJika biasanya berbuka dengan minuman yang manis, namun ketika berkunjung dan berbuka di Masjid Layur, musafir atau warga yang hadir akan disuguhkan Kopi Arab. Kopi ini aman dikonsumsi meski perut kosong.

Kopi Arab jadi menu wajib yang disuguhkan ketika berbuka puasa di Masjid Layur. Masjid ini berlokasi di Kampung Melayu, Kelurahan Dadpsari, Kota Semarang.

Kopi ini beraroma rempah dan disajikan bersama roti, kurma, semangka, dan nasi bungkus. Tradisi penyajian kopi ini berlangsung cukup lama, hampir seabad.

Tradisi ini ada lantaran dulu para pedagang Arab kerap kali singggah lalu menyeduh kopi dicampur rempah sambil beristirahat. Lalu kebiasaan itu akhirnya melekat di benak warga sekitar.

Cara seduhnya pun mudah. Pengurus Masjid Layur, Maksum membeberkan, penyeduhan kopi dengan menyeduh semua rempah di air mendidih selama sejam. Lalu kopi bisa dituangkan dan diaduk.

Setelah 15 menit diseduh, baru dituangkan ke teko untuk disuguhkan. Menurutnya, Kopi Arab baik untuk kesehatan dan tidak akan membuat sakit perut meski diminum dalam keadaan perut kosong, atau belum makan nasi. Sebab kopi ini mengandung rempah-rempah.

“Untuk porsi Kopi Arab kita sediakan setiap hari untuk buka puasa, sekitar 40-50 gelas, kadang juga bisa lebih. Kita pastikan bahwa yang datang ke situ harus kebagian Kopi Arab,” ujarnya.

Sebagai informasi, Masjid Layur ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Kota Semarang. Fasad dan ornamennya sangat kental dengan nuansa Arab. Yang paling ikonik adalah menara yang menjulang tinggi untuk seukuran masjid di atas lahan 270 meter persegi. (Lingkar Network | Rizky Syahrul – Lingkarjateng.id)

Similar Posts