Logistik Pemilu 2024 di Kota Semarang Mulai Didistribusikan ke Tiap Kecamatan

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mendistribusikan Logistik Pemilu 2024 di Kecamatan Tugu dan Mijen. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gudang Logistik KPU Kota Semarang, Kawasan Industri Candi Gatot Subroto pada Rabu, 31 Januari 2024.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, perlu adanya tindakan antisipasi dan pengamanan terkait pendistribusian logistik Pemilu 2024.

“Sehingga di harapkan pengamanan-pengamanan ini harus di lakukan semaksimal mungkin seperti ruangan-ruangan yang ada di setiap kecamatan memadai dan aman untuk logistik Pemilu 2024. Yang menjadi perhatian adalah kebocoran-kebocoran atap/genteng sehingga kedepannya bagaimana cara mengantisipasinya,” ujar Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu, 31 Januari 2024.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Darerah (Forkopimda) terkait pengamanan logistik Pemilu 2024.

“Alhamdulillah, kami bersama Forkopimda dan KPU Kota Semarang melakukan distribusi logistik Pemilu ke Kecamatan Tugu, nanti siang di Mijen,” lanjut Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom menjelaskan, di Kecamatan Tugu ada 95 Tempat Pemungutan Suara (TPS), 475 kotak suara, serta mengirimkan 380 bilik suara dengan peruntukan 95 TPS dikali 4.

“Dan insyaallah setelah ini kita akan mulai juga untuk Kecamatan Mijen ada 214 TPS dan nanti tinggal di kali, kalau kotaknya di kali 5 kalau bilik suaranya di kali 4, nanti juga akan ada pendistribusian alat kelengkapan TPS yang ada di luar kotak suara,” katanya.

Lebih lanjut agar tak ada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat pemungutan suara berlangsung pada 14 Februari mendatang, KPU Kota Semarang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan segera akan bersurat kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang.

“Nantinya, kita juga akan siapkan untuk stand by ambulan di tingkat kelurahan-kelurahan dan tim kesehatan, sehingga mitigasi atau pencegahan bisa dilakukan di awal, seperti kelelahan dan lain sebagainya,” imbuhnya. (Lingkar Network | Rizky Syahrul – Lingkarjateng.id)

Similar Posts